Rabu, 26 Maret 2014

Sajak Senja Tawa Makan Tuan

Kepada perempuan berhati baja,

Seorang perempuan bercerita
padaku tentang luka
Luka, begitu katanya
Mendengar judulnya saja,
aku langsung tertawa
Sutardji bilang luka itu Ha Ha
Aku bilang luka itu Ha Ha Ha
Harus apa? Harus siapa?
Harus bagaimana? Ha Ha Ha
Karena aku tertawa, perempuan itu
jadi tidak melanjutkan ceritanya
Lantas aku bertanya,
"Kok diam saja?" tapi ia
tidak menjawab apa-apa
Lalu aku bertanya lagi,
"Lagi sakit gigi, ya?"
Pertanyaanku malah dijawabnya
dengan senyum simpul
"Dasar perempuan!" bisik setan berbibit unggul
Kemudian senja berjatuhan
dari atap langit,
Lalu turun malaikat cebol
bersiap dengan panahnya
segaris dengan pandang perempuan itu
Aku berjaga dalam diam,
berjaga untuk tidak tertusuk
terlalu dalam
Ah!
Sayangnya aku terlalu lemah
hingga teringat pada duka
Dan tawa yang mati dibunuh kata-kata

Cikini - Kampung Makasar, 23-25 Maret 2014

Senin, 24 Maret 2014

ASEAN LITERARY FESTIVAL 2014 dan Kisah Seorang Anak Magang


Aku tidak tahu akan seperti apa jadinya bila aku tidak menuliskan ini semua. Mungkin hanya akan mengabadi di dalam ingatan, pun lain hal jika aku mengabadikannya lewat tulisan. Atau dengan beberapa gambar, semoga zaman tidak membuat kenangan ini menjadi pudar.

Selasa, 18 Maret 2014

Sajak Pikiran

Kepada para pelupa,

Menatap malam,
mendengar anjing-anjing menggonggong
di kejauhan
Pikiran sinting!
Orang-orang sibuk dengan
mimpi mereka masing-masing
Gelap di sekelilingku,
memunculkan permasalahan baru
Baru dikeluarkan dari
pantat para pejabat
Lingkungan, pendidikan, dan perut yang kelaparan
Moral, norma, dan zaman yang semakin edan
Pikiranku mulai kacau!
Kusaksikan sebagian orang berubah
jadi binatang, hanya karena uang!
Dulu uang hanya pengganti barter barang
Tapi kini, bahkan ia dapat menukar wajah,
mengganti warna kulit, dan membeli segala omong kosong
Entah, apakah hanya aku yang kurang kerjaan
atau aku lagi bermimpi,
Mendengar lolongan anjing-anjing
di tengah ketidakpedulian malam

Jakarta, 18 Maret 2014